-Senin & Rabu: Sekolah (6.45-15), Les Perancis (17-19)
-Selasa & Kamis: Sekolah (6.45-15), Bimbel GO (16-20)
-Jumat: Sekolah (6.45-11), Wallstreet (Flexible time)
-Sabtu: Free
-Minggu: Faktabahasa/Organisasi Bahasa Asing (9-15)
Meskipun jadwal gue padet, tapi gue gak ansos kok. Gue lebih punya banyak temen dari sekolah lain dibanding sekolah sendiri, malahan rata2 anak kuliahan. Menurut gue sih lebih asikan anak kuliahan dibanding main sama anak SMA. Why? karena mereka lebih bertindak dan berpikir lebih untuk kedepannya, dan yang paling penting mereka gak hedon hahaha. Kalo anak SMA kan, mau nongkrong aja harus ke mall segala banyakan (gak semua kok).
Sebelum masuk semester akhir sekolah, gue paling nyantai sendiri buat milih jurusan kuliah dibandingin yang lain. Soalnya gue udah tau passion gue dimana, dan kemampuan gue mengikutinya sampai seberapa. Malahan gue yang jadi Guru BK nya anak2 sekolah buat solusi memilih jurusan hahaha.
Flashback kewaktu gue masih duduk di kelas 1. Dulu gue belajar hanya sekedar belajar biasa saja, jadi nilai juga pas-pasan (setidaknya tidak
ada nilai dibawah kkm). Dipenghujung akhir semester 2 gue berpikir bahwa jika
nilai saya hanya segini saja, mana bisa mendapakat jalur undangan (yang
biasa disebut sekarang SNMPTN) dan sebelum pelajaran semester 3 dimulai, gue sudah mempelajari beberapa
mata pelajaran di semester tersebut dan
hasilnya gue mendapatkan ranking 6 pararel IPS, dan di semester 4 dan 5 juga
menerapkan prinsip yang sama, yaitu mempelajari pelajaran sebelum pelajaran itu
dimulai. Disemester 4 saya mendapatkan peringkat 4 pararel dan di semester 5 mendapatkan peringkat 1 seangkatan. Diantara itu semua, gue juga pernah
mengikuti beberapa lomba/olimpiade. Prestasi terbesar yang gue pernah dapatkan
yaitu Juara 1 Olimpiade Sosiologi Se-Nusantara di Surakarta, Jawa Tengah. Ya
meskipun bukan olimpiade resmi dari pemerintah tetapi olimpiade ini diikuti kurang
lebih 30 sekolah di seluruh Indonesia.
Pada
saat pengumuman SNMPTN telah tiba. Gue ngarep banget sama jalur ini,
karena gue telah berjuang sampai titik darah terakhir untuk belajar larut
malam agar mendapatkan hasil yang terbaik (Anjayy). Tetapi kenyataannya saya mendapatkan
tulisan dengan tinta merah “MAAF ANDA BELUM LULUS SELEKSI SNMPTN”. Lalu saya
bertanya kepada Tuhan, “Kurang apa lagi gue?? Nilai saya sudah diatas 85 semua, malah ada yang mencapai nilai 100.” Pada saat itu juga
gue sudah putus asa dengan UI. Lalu, saat pengumuman Jalur PPKB pun tiba,
hasilnya sama saja seperti SNMPTN yaitu tidak lolos seleksi. Mungkin karena
saya memilih pilihan yang terlalu tinggi yaitu Akuntansi. gue udah lelah dengan semua ini, jadi pada
saat SBMPTN saya memelih kesejahteraan Sosial saja di UI dan itu pun saya juga
tidak lolos.
Karena sudah putus asa dengan UI jadinya saya mendaftar ujian mandiri di beberapa PTN, yaitu UNDIP, UNPAD, dan UB. Yang paling berkesan adalah ketika gue mendaftar UM UB (Universitas Brawijaya), karena ujiannya hanya dilaksanakan di satu tempat saja yaitu Malang, jadinya gue harus memesan tiket pesawat sebulan sebelum hari ujiannya. Gue sama Bagus (anak SMAN 3 Jakarta) berangkat ke Malang pada tanggal 20 Juli 2014. Disana saya menginap disebuah penginapan Bunga Kopi 10 yang hanya berjarak 1 km dari tempat ujiannya yaitu Universitas Brawijaya. Di penginapan tersebut saya mendapatkan banyak teman, gue diberitahukan oleh seorang teman bahwa pengumuman SIMAK UI dimajukan menjadi hari ini Jam 5 sore. Pada saat itu gue udah gak lagi excited dengan UI, karena sudah ditolak mentah-mentah 3 kali. Ketika, gue membukanya websitenya dan menemukan “Selamat anda diterima sebagai calon mahasiswa baru Universitas Indonesia”, rasanya saya ingin teriak sekencang kencangnya di dalam penginapan tersebut. Betapa bahagianya saya meskipun agak sedikit kecewa karena saya tidak mendapatkan Akuntansi S1, tetapi yasudahlah mungkin ini sudah takdir tuhan yang mengarahkan saya masuk Vokasi Akuntansi Keuangan UI .